Kepada

Teman-teman Komunitas Matapena yang Hebat-hebat,,

Salam

Sewaktu aku mampir di Ruma Kreatif Matapena, di Jogjakarta, Jumat, 3 April, saya sempat menggunakan fasilitas koneksi internet. Di antara yang kulakukan di sana adalah mencantelkan www.komunitasmatapena.blogspot.com dalam sahhala.wordpress.com.

Sejak itu, aku agak rutin membuka blog yang kurang baik dikelola itu…kekekeke… Beberapa bulan lalu saya juga membukanya, tapi kadang-kadang saja. blog itu belum memikat hatiku.



Usulku kepada teman-teman di sana, mulailah diserusi. Komunitas Matapena kan sudah punya banyak jama’ah. Tapi kenapa belum banyak diberdayakan.

Mestinya, mereka juga dilibatkan dalam pengelolaan banyak aktivitas. Ya, namanya juga komunitas kan. Yang utama memang aktivitas menulis.

Dalam kaitanya dengan www.matapena.blogspot.com, mereka mestinya sudah aktif menghidupkan ruang maya tersebut. Entah nulis berita dari peristiwa di pondoknya masing-masing –kecil atau besar, nulis humor, puisi, profil pondok, profil kesenian di pondok, sejarah kamar mandi pondok, kantin, bedug, puji-pujian, utang piutang, dan lain-lain.

Banyak hal yang bisa jadi tulisan –baik pendek ataupun panjang. Yang penting tetap menarik dan penting. www.matapena.blogspot.com bisa dijadikan latihan menulis apaun.

Ruang maya juga bisa memuat tulisan-tulisan yang enggak dimuat di buletin cetak yang (akan) dimiliki Matapena. Buleting cetak sungguh terbatas. Tapi di blog, sungguh jembar. Tulisan apapun dan sepanjang apapun dapat dimuatnya. Mau memuat tiap bunyi kentut Zaki Zaring pun mau. Senyumnya Mahbub Jeud yang tak bermakna pun bisa diceritakan di sana. Memuat deskripsi diamnya Isma Kaze atau kumis Akhmad Fikri AF juga asyik-asyik saja. Dengkuran saya juga boleh diceritakan dengan ugal-ugalan di sana. Dan lain-lain dan lain-lain.

Apresiasi

Tak ada hal yang membahagiakan penulis selain tulisannya diapresiasi. Dan dengan memuat segala tulisan dari penulis pemula dalam blog adalah sebentuk apresiasi yang ditunggu-tunggu. Kalau dapat dilakukan dengan baik dan istikomah, jamaah Komunitas Matapena akan kecanduan menulis.

Namun demikian, mutu tulisan harus tetap dijaga. Kabeh tulisan sing arep dimuat kudu digrayangi tangan dingin sang editor. Ne arep muat tulisan buruk, oleh ae, tapu dibarengi dengan catatan-catatan atawa komentar editor.

Untuk menjaga dan meningkatkan mutu tulisan, aku usul supaya Rumah Kreatif Matapena menyelenggarakan pelatihan menulis yang dasar-dasar. Macam menulis berita, feature, profil, baik orang atau apapun. Sehingga para jamaah paham bentuk tulisan piramida terbalik, reflek menggunakan 5W+1H, dan seterusnya.

Dasar-dasar dan teknis penulisan nonfiksi jangan diabaikan. Karena mereka (dasar dan teknik nonfiksi) juga digunakan dalam penulisan jenis fiksi. Dari sini teori dasar-dasar itu, teori fiksi dan nonfiksi para jamaah akan belajar mendidntifikasi keduanya. Diksusi bagaimana fiksi dan nonfiksi bekerja dan akan saling memengaruhi akan muncul.

Dan dari situ pula, perdebatan tentang konteks, relevansi, menarik dan tak menarik, latar belakang, karakter, sosok, tokoh, kritisisme, fenomena sosial, nilai-nilai, tujuan menulis, pilihan dan diksi, menemukan metafora, menentukan judul, memikirkan prolog, mempertingbangkan ending, dan lain-lain, akan muncul. Tentu tak serta merta. Harus ada desain!

Tapi juga musti diingat terus, menulis bukan teknik semata-mata. Sehingga, jauh-jauh hari para jamaah Komunitas Matapena sudah musti mencari jawaban “Untuk apa kita menulis?”.

What does burn your stomach?” (Ibu Isma, ingat kan itu pertanyaan siapa?)

Itulah yang Kamu lakukan. Itulah yang Kamu tulis.

Selamat bekerja!

Salam hangat!


Hamzah Sahal