Mengukuhkan Islam Nusantara

Kehadiran Islam di Nusantara tentu bersentuhan dengan tradisi-tradisi yang berkembang di kawasan ini. Kehadirannya pun tidak serta merta melenyapakan tradisi yang ada, melainkan mempertahankannya serta mewarnainya dengan corak keislaman. Jadilah Islam yang berkembang di Nusantara tampil adaptif dan apresiatif dengan budaya lokal.

Di samping dipagari dengan sikap adaptif dengan budaya lokal, corak Islam di nusantara ini mewarisi tradisi yang berlangsung dari generasi ke generasi. Perjumpaan guru dan kesamaan bahan bacaan dan ritual menjadi titik temu sehingga tidak terjadi persinggungan berarti dalam melakoni keberagamaannya. Titik temu itulah yang semestinya terus dikukuhkan untuk membangun citra Islam Nusantara yang akhir-akhir ini mengalami tantangan dengan hadirnya corak berislam baru yang berjarak dengan tradisi nusantara.

Isu inilah yang menjadi tema utama edisi kali ini. Mengusung tema Islam Nusantara, edisi kali menghadirkan sejumlah tulisan terkait dengan dinamika dan perjalanan Islam Nusantara.

Jurnal Tashwirul Afkar edisi 26 memuat artikel dari:

Mengukuhkan Jangkar Islam Nusantara karya Abdul Mun’im DZ. Tulisan pendek ini menahbiskan NU sebagai salah satu dari potret Islam Nusantara, di samping Nahdlatul Wathon, Al-Washliyah, dll. Ormas-ormas inilah yang menjadi jangkar Islam Nusantara yang seharusnya terus dikukuhkan dan disolidkan gerakannya. Terlebih di hadapan corak gerakan islam baru yang sebenarnya tidak memiliki akar yang kuat dalam keberislaman di nusantara ini.

Islam Nusantara: Pertautan Doktrin dan Tradisi karya Ahmad Fawaid Sjadzili. Tulisannya, Redaktur pelaksana JTA dan dosen dari STAIN Pamekasan ini memberi penegasan bahwa Islam Nusantara bisa diidentifikasi dengan sejumlah kesamaan. Apakah itu kesamaan guru, kitab rujukan, ritual, maupun tradisi. Sejumlah ormas yang mempertahankan identitas kenusantaraan dalam berislam ini ditautkan dengan doktrin dan tradisi yang serupa.

Islam Nusantara di Tengah Gelombang Puritanisme karya Agus Muhammad. Peneliti dari P3M ini hendak menegaskan bahwa Islam Nusantara mengalami tantangan baru dari apa yang ia sebut sebagai kelompok puritan. Kehadiran kelompok ini malah hendak meraibkan identitas kenusantaraan dan menggantinya dengan identitas lain yang malah tidak memiliki akar dalam tradisi nusantara

solat1

Aqidah dan Realitas Keberagamaan Masyarakat Banjar karya Mujiburrahman. Dalam tulisan ini Mujib hendak memotret corak keberislaman masyarakat Banjar.

Islam Priangan: Pergulatan Identitas dan Politik Kekuasaan karya Amin Mudzakkir. Dalam tulisannya, peneliti muda dari LIPI ini memotret corak keislaman yang berkembang di Priangan dan bagaimana identitas terus-menerus diperebutkan.

Melengkapi edisi ini, redaksi juga menghadirkan wawancara dengan H. Syahdan Ilyas, MM (PWNW NTB) dan KHM. Aziz Aritonga (PB Al-Washliyah).

Syekh Nawawi Banten dan Pembaruan Tradisi di Pesantren karya Faqihuddin Abdul Kodir. Intelektual dari Cirebon ini membingkai sisi kecendekiawanan ulama asal Banten yang bermukim di Mekkah.

Mendialogkan Budaya Lokal dan Tradisi Santri karya Syamsul Hadi Thubany. Tema-tema integrasi dan relasi antara tradisi lokal dengan santri adalah bukan tema baru. Tapi penulis santri asal Tuban Jawa Timur ini berhasil menemukan tradisi-tradisi lokal yang menempel dan berkembang di masyarakat santri.

Fiqih dan Lokalitas dalam Perspektif Multikulturalisme karya Zuhri Humaidi. Dalam tulisan ini, Humaidi berhasil menghaparkan dengn jelas relasi kenormatifan dengan fakta antropoligis dalam wacana hukum Islam (fiqih).

Pemikiran Progresif Ulama Nusantara karya Ahmad Sahidah. Di bagian terakhir, JTA menghadirkan analisis mendalam dari mahasiswa dokotor Universitas Kebangsaan Malaysia tengtang kitab Bahr al-Lahut. Sahidah berhasil menelaah secara komperhensif dan tajam dari karangan ulama Nusantara yang hidup pada abad ke-12, Syekh Abdullah ‘Arif.

Selamat mengkritisi!!!

Bagi siapa saja yang ingin mengoleksi terbitan penting ini silahkan menghubungi Sdr. Ufi Ulfiah, PP LAKPESDAM NU, JL. H. Ramli 20A Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan 12870, Telp. (021) 8298855, 8281641, fax. (021) 8354925 atau via email: lkpesdam@cbn.net.id