kepada sang inspirator ribuan anak muda, sang guru ribuan guru, abdurahmah, kembalilah mendidik kami. terserah dengan cara apa, dengan kebingungan pun aku mau. bila masih ada, humormu kutunggu..

kepada banyak teman, tolong, ruang perbedaan dan kreatifitas dibuka lagi… jamiyyah tak akan berlangsung tanpa ruang perbedaan. ruang yang kumaksud bukan keterbukaan seperti media sekarang ini. krn yg terjadi di media sebetulnya bukan keterbukaan yg memiliki konsep dan cita-cita. media kini menurutku “bolong-bolong”, bukan keterbukaan.

kepada para mahasiswa, marilah berjalan kembali di relnya. 10 tahun anda ke sana ke mari tidak jelas. yang kudengar, anda hanya marah-marah saja, keluh kesah di mana-mana, dukung ini dukung itu…. sudahlah, mari ke jalang yang benar. masa tidak cape-cape!

kepada para politisi dan pejabat negara, terserah, kamu boleh berbuat apa saja, apa saja. mau meniru perilaku anjing atau babi pun terserah saja. saya tidak punya urusan dengan kalin.

kepada orang yang masih percaya tuhan, bacaah lagi surat jumua’ah..

Fas’au ila dzikriLLah…