Forum Ulama Lintas Batas (‘abra al-hudud/sans frontieres) yang dibentuk dalam The Third International Conference Islamic Scholar (ICIS III) menyatakan siap untuk menjembatani penyelesaian berbagai konflik di dunia Islam.

Keputusan pembentukan forum Ulama Lintas Batas itu tertuang dalam “Jakarta Message” atau Pesan Jakarta yang disepakati oleh 300 ulama dan cendekiawan dari dalam dan luar negeri yang menghadiri konferensi di Jakarta, pada Jumat, 1 Agustus 2008 lalu.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang juga Sekjen ICIS KH Hasyim Muzadi menegaskan, forum itu dibentuk untuk keperluan umat Islam dalam melakukan introspeksi agar dapat memberikan kontribusi positif bagi perdamaian.

“Selain peran negara, peran ulama juga bisa lebih efektif karena mereka langsung bersentuhan dengan masyarakat. Dengan mengajak ulama dan tokoh masyarakat, upaya penyelesaikan konflik akan lebih mudah diterima oleh kelompok-kelompok yang bertikai,” katanya usai penutupan ICIS III.

Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda menyatakan, para ulama ulama dalam ICIS III telah mengambil inisiatif untuk bergerak di luar batas-batas yang ada dalam upayanya mencegah konflik dan membangun perdamaian. “Konsep Ulama Sans Frontieres dibentuk untuk penyelesaian konflik di tingkat internasional bagi para ulama yang peduli,” ujarnya.

“Ulama lintas batas ini sebagai cita-cita jiwa ICIS untuk dapat mewujudkan hasil nyata dari upaya kerja sama antara ulama dengan cendekiawan dan kelompok-kelompok profesi lain di bidang pencegahan dan penyelesaian konflik di dunia Islam,” tambahnya.

Selain itu isi Pesan Jakarta juga mendorong dunia Islam untuk berperan lebih aktif dalam mengkampanyekan perdamaian tanpa memandang perbedaan mazhab ataupun kewarganegaraan. (nam/nuo)