Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono membuka secara resmi pelaksanaan Internasional Conference of Islamic Scholars (ICIS) III dengan menabuh bedug. Acara pembukaan berlangsung di Flores Room Hotel Borobudur, Rabu (30/07/08).

”Dengan membaca bismillah saya nyatakan konferensi ini dibuka secara resmi,” kata Presiden SBY sambil menabuh bedug. ”Tak-tak-tak,dung-dung-dung-dung-dung-dung-dung-dung-dung-dung-dung-dung-dung-dung… Tak-tak-tak, dung,” begitu bunyi bedug berdiameter 1,5 meter dan panjang 2,5 meter. Sekjen ICIS yang juga Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi, Wakil Rais Aam PBNU Prof. Dr. KH Tolchah Hasan, Menteri Agama Maftuh Basyuni, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo yang mendampingi SBY, serta tamu undangan dan peserta mengiringi bunyi bedug dengan tepuk tangan panjang.

ICIS III yang mengambil tema Upholding Islam as Rahmatan lil Alamin: Peace Building and Conflict Prevention in the Muslim World akan berlangsung dari tanggal 30 Juli hingga 1 Agustus 2008. Konferensi yang diikuti oleh tidak kurang dari 300-an peserta baik dari dalam maupun luar negeri. Sejumlah ulama terkemuka yang turut berpartisipasi antara lain Syeikh Wahbah Zuhaili (Syiria), Ketua Dewan Perbandingan Mazhab Islam Iran Ayatollah Ali Taskhiri, Tahir Mahmud Shahid Mahdi (India), Shahid Maliki (Menteri United Kingdom), Gary Bouman (Australia), Ameer Ali (Australia), dan lain-lain.

Peningkatan Kesejahteraan

Sementara itu, dalam sambutan pembukaan, Presiden Susilo Bambang Yodhoyono menyampaikan bahwa prasyarat untuk menuju perdamaian adalah peningkatan kesejahteraan dan keadilan ekonomi. ”Sampai saat ini, dunia muslim masih tertinggal jauh dengan kelompok lainnya. Merujuk laporan yang dikeluarkan PBB dalam Human Development Index (HDI), hanya terdapat 9 negara muslim yang masuk kategori high development,” ujar SBY, panggilan Susilo Bambang Yudhoyono.

Acara pembukaan ICIS III ditutup dengan doa oleh tiga ulama perwakilan peserta, yakni Prof Dr KH Tholhah Hasan (Wakil Syuriah PBNU), Prof Dr Wahbah Zuhaili (Syria), dan Dr Ali Taskhiri (Iran).[hamz`]