Dalam sambutan pembukaan ICIS III (30/7), Ketua Umum PBNU yang juga Sekretaris Jendral, KH. Hasyim Muzadi mengemukaan bahwa ICIS III akan membahas mengenai konflik di dunia Islam, baik di internal umat Islam maupun yang berhubungan dengan masyarakat global. Selain itu, setiap peserta diharapkan dapat membantu upaya perbaikan citra Islam dan kemampuan umat Islam dalam menghadapi tantangan dan persaingan global.

Dalam kesempatan itu, Hasyim Muzadi menjelaskan bahwa ICIS III merupakan tindak lanjut ICIS II di Jakarta pada 20-22 Juni 2006, dan ICIS I yang diselenggarakan di Jakarta pula pada 23-25 Februari 2004. ICIS II menghasilkan 37 rencana aksi dalam rekomendasi yang ditujukan pada PBB, OKI, negara-negara Islam, negara peserta ICIS serta para pemimpin Islam. ICIS II diikuti 320 peserta dari 53 negara, termasuk Utusan Paus Benediktus XVI, Khalid Akasheh.

Dunia tidak Adil

Dalam kesempatan yang sama, pengasuh pondok pesantren Al-Hikam Malang itu mengungkapkan bahwa ketidakadilan global baik politik, ekonomi maupun budaya menjadi sebab utama lahirnya kekerasan dalam bentuk konflik etnis, agama, dan golongan.

“Ketidakadilan global terhadap negara-negara Muslim telah memperparah konflik yang berkepanjangan,” kata Hasyim. Menurutnya, ketidakadilan globat tersebut, diakui atau tidak, telah mendorong banyak kelompok masyarakat menggunakan kekerasan sebagai alternatif penyelesaian ketidakberdayaan.[hamz`]