senja ini saya membuka kembali tulisan-tulisan yang pernah “kubuang” via mail.yahoo.com. di rasa-rasa, kok ada banyak yang menjengkelkan. yang gini saya langsung membuangnya tanpa kuselesaikan membacanya. ada yang lucu, kusimpan di word, karena suatu saat saya pasti butuh ketawa lagi. ada yang sedih, saya ragu, mau kusimpan atau kubuang. pengen kusimpan, tapi agak gimana gitu. mau kubuang, tp ada kenangan. ah!

di antara yang sempat kubaca, ada satu yang berhasil “tegang” tapi juga “geli”. subjeknya “sampan”. dia, bercerita cinta dan rindu. rasanya, ini tulisan yang paling metaforis di antara tulisanku yang lain. halah…heheh….

kepada siapa tulisan itu “kubuang”, saya tidak perlu bercerita di sini. saya ragu mau kuapakan tulisan ini.

tapi, akhirnya saya memberanikan diri mempostingnya. ah, mungkin tambah ‘seru’ kalau di tambah sampan yang terikat di pinggir kali yang jernih. siapa tahu memunculkan rindu yang purba. tapi sayang, saya belum bisa menaruh gambar di sini.

bila Anda punya waktu, coba disimak, atau kalau sedang malas, lihat sampannya saja. siapa tahu malah melahirkan sesuatu yang lebih bisa dinikmati lagi.

sampan

sampan yang berlayar di dada

adalah kembara rindu

musyahadah khidir dengan musa

ada kemarahan yang diuji

ada pertanyaan yang berlari

ada jawaban yang tak terpahami

ada camar laut

yang mencucup air di ujung sampan

sesudahnya terbang membawa keraguan

kesabaran menempuh gelombang

telah menempa hati

sedalam samudra

seluas angkasa raya

4/10/2005