kafir dalam rumusan

ada orang yang iseng mengategorikan siapa yang kafir kepada tuhan. keisengan ini tampak pada efek dari kategori tersebut. Kategori itu bukan untuk tuhan, melainkan untuk mengatur siapa yang boleh dirampas harta dan nyawanya, kepada siapa si kafir boleh mencintai, seberapa keamanan dan kenyamanan di hidup, apa yang wajib dibayar atau diperbuat atas kekafirannya. bukan untuk tuhan seperti yang dikatakan. Aneh bukan?

coba saja anda simak lima kategori di bawah ini:

pertama, Murtad, yaitu orang yang kafir setelah memeluk Islam (Turncoat). Dalam hal ini imam berkewajiban untuk memaksanya kembali kepada Islam. Jika tidak mau maka imam berhak untuk membunuhnya. Sesuai dengan Sabda Nabi:Yang artinya: “Barang siapa yang mengganti Agamanya maka bunuhlah dia”[1]. Menurut Jumhur ulama orang murtad tidak boleh mentasarufkan hartanya. Dan jika telah dibunuh maka hartanya menjadi harta Fai’ (Harta yang kembali pada umat Islam).

kedua, Harbi, yaitu kafir asli yang tidak memiliki promise dan jaminan keamanan dengan umat Islam. Mereka adalah penduduk suatu negeri yang memberlakukan hukum non Islam secara total [2]. Darah dan hartanya dihukumi halal dalam Islam.

ketiga, Dzimmi, yaitu orang kafir yang mukim selama hidupnya dinegeri Islam dengan jaminan keamanan yang abadi pula. Mereka tetap berediologi kafir, akan tetapi sanggup membayar Jizyah (Pajak) dan segala ketentuan hukum Islam yang diberlakukan untuk mereka. Dalam bahasa asingnya mereka sering disebut afree non moeslem under moslem rule. Kafir jenis ini harta dan jiwanya dilindungi di dalam Islam [3].

keempat,Musta’man, yaitu orang kafir harbi yang masuk ke negeri Islam dengan garansi keamanan sampai pada waktu tertentu. seperti, karena kepentingan diplomasi atau bisnis. Harta dan jiwanya dilindungi secara hokum [4].

kelima, Al-Mua’haid, yaitu penduduk kafir yang jelas melakukan agremen gencatan senjata dengan umat Islam sampai pada waktu yang telah ditentukan. Harta dan jiwa mereka dilindungi dengan Islam [5].

Daftar Bacaan
[1] Shahih Bukhari, kitab jihad, no: 3017.
[2] fathul al-Qadir, vol 4, hal: 195.
[3] Jawahir al-Iklil, vol 1, hal: 361.
[4] Al-Muhadzab, vol 2, hal: 335.
[5] Mughni al-muhtaj

Iklan