Arsip untuk sumsum kategori

nafas panjang berulang-ulang

Posted in sumsum on April 15, 2009 by sahhala

terus terang, aku sebel menjalani 3,5 bulan terakhir ini. aku punya 33 agenda yang mestinya membuat bahagia, tapi ternyata tidak. 80% dari agenda itu memang berjalan, tp hasilnya hanya membuat nafas panjang berulang-ulang.

cuma dua agenda yang membikin saya lega. pertama, saya dapat lagi mengikuti perayaan maulid nabi di kampung, setelah 12 maulid tak pernah saya ikuti.

yang kedua,  saya dapat mengikuti kursus narasi di eka tjipta foundation.

kursus ini kujalani sebetulny cuma kebetulan saja. tak ada rencanya sebelumnya. tapi alhamdulillah, bisa kuikuti semua sesi dengan baik, kecuali sekali pertemuan saja tak bisa datang. kursus dimulai sabtu tanggal 21 februari. dan akan dipungkasi sabtu yang akan datang, 18 april. semoga saja di penghujung kursus ada yang menejutkan.

hari ini adalah bulan ke-15 di bulan april. catur wulan pertama di 2009 akan berakhir 15 hari lagi. aku bersyukur, 3,5 bulan dalam tahun 2009 telah aku lewati. saya berharap, 3,5 bulan terakhir tak akan kembali. tuhan, jangan kau hadirkan lagi januari, februari, maret, dan 1-14 april 2009. sehingga tak ada lagi nafas panjang berulang-ulang.

Kyai Ali Maksum: Meniru Nabi, Memupuk Cintanya*

Posted in sumsum on Maret 19, 2009 by sahhala

Rasa mahabbah terhadap Rasulullah SAW. adalah masalah yang sangat prinsipil. Mengapa begitu? Ya, karena iman kita tidak akan ada artinya bila belum menempatkan Rasullulah SAW. sebagai orang yang paling dicintai dan disayangi. Sebab Rasulullah adalah penunjuk ke jalan yang benar dan penegak keadilan. Tanpa terutusnya beliau kita akan sesat dan tidak akan bisa selamat.

Karena teramat prinsipilnya rasa mahabbah tersebut, maka wajarlah bila orang yang memilikinya akan mendapat kemulyaan di sisi Allah SWT. Pernah suatu saat ada seorang Badui datang dari dusun pedalaman dengan pakaian yang compang-camping, kancing baju terlepas, rambut tanpa terjamah sisir, dan kaki bertelanjang tanpa alas. Di hadapan Rasullulah SAW ia bertanya, “Muhammad, kapan kiamat? Kapan terjadi kiamat?”. Nabi tertegun dibuatnya, ada orang kok menanyakan datangnya kiamat.Lalu Rasulullah SAW bertanya, “Lho, anda datang tanya kiamat, apakah anda telah siap dengan amal yang banyak?”. Lelaki Badui itu menjawab, ” Ya Rasulullah, saya ini orang dusun yang mengenal Islam belum lama, shalat belum sempurna, puasa belum sempurna, shadaqah-zakat belum, apalgi haji, karena saya orang melarat. Namun begini Rasul, saya cuma bermodalkan satu, yaitu saya senantiasa berangan-angan, melamun, kapan saya dapat bertemu Muhammad Rasullulah. Jadi cuma rasa mahabbah kepada engkau wahai Rasul.” Rasulullah kemudian menyahut,”Engkau akan bersama orang yang engkau cintai”.

Baca selebihnya »

KELAS MENULIS 1

Posted in sumsum on Maret 5, 2009 by sahhala

Tulisan ini didedikasikan untuk:

+SMN Losari I +MA Ali Mashum  +Mading

+Majalah Khourul Ummah +Pondok Pesantren Krapyak +Buletin KSC  +Pondok Pesantren Nurul Ummah

+Zainal Arifin Thoha (almarhum)     +LKiS

+Buletin Jumat Al-Ikhtilaf   +Jurnal Asy-Syir’ah +Pustaka Pesantren +PP Lakpesdam NU

+Jurnal Tashwirul Afkar   +Eka Tjipta Foundation

+Dll.

Siang hari tadi, Sabtu 28 Februari 2009, adalah pertemuan kedua untuk kursus jurnalistik narasi. Saya datang ke lokasi tepat pukul 9.15, empat puluh lima menit sebelum kelas dimulai.

Saya sengaja datang lebih awal, menghindari hujan yang tampaknya akan turun lagi. Ketika berangkat pun sebenarnya sudah gerimis lagi. Titik-titik air menempel di kaca helm. Berkali-kali sapu tangan yang baru dicuci terpaksa kupakai untuk mengelapnya. Untunglah, aku sudah sampai sebelum hujan datang. Sejak semalam Jakarta memang diguyur hujan. Dan kayaknya, baru reda subuh tadi. Saat aku keluar untuk beli intel (indomie telor) di warung Burjo sebelah pukul 6.30, jalan masih basah.

Sesampai di lobby Wisma BII –tempat kursus dilaksanakan, aku tidak langsung meluncur ke ruang kursus di lantai 39. Aku berdiri di depan pagar lobby yang melingkar. Aku melihat orang lalu-lalang, melirik para satpam yang sigap memeriksa tas-tas pengunjung gedung, menatap ke bawah, ke lingkaran kolan yang kering.

Baca selebihnya »

SURAT JUMAT

Posted in sumsum on Februari 27, 2009 by sahhala

Dialah Sang Maha Sandaran
Kepada-Nyalah dikembalikan
segala persoalan

Di sana ada sautan:

Lalu, Dia memberikan
Soal lain dan bertanya:
Apakah untuk soal ini Kamu
masih tidak bisa?

Soal ini, soal itu.
Soal lain, lain soal.
Juga soalnya.
Semua bagian dari segala,
Jawabku

Sautan mengejar:

Lalu Kamu siapa?
Dan apa perbuatanmu?

Aku bagian dari ini..
Aku bagian dari itu..
Aku bagian dari segala
Bagian dari yang dikembalikan kepada-Nya…

Sautan mengeras:

Bagian! Bagian! Bagian!
Siapa yang membagi-bagi?!
Siapa yang mengembalikan?!

Kuhadapi sautan:

Aku!
Aku tidak utuh!
Dia yang utuh!
Aku bagian! Aku kembali,
melebur dengan yang utuh!

Ciputat, Feb, 27

hari kelima di jogja

Posted in sumsum on Januari 2, 2009 by sahhala

Jazzy, beberapa guru, beberapa sahabat

Kujumpai dengan takdzim dan cinta

Jalan-jalan sejarah

Kutelusuri dengan seksama

Tempat-tempat memori

Kukunjungi dengan bahagia

Makanan dan minuman lezat

Kusantap dengan senda tawa

Tapi…

Tapi…

Di satu sudut, di hari kelima, di Jogja

Aku merasa sedang mencicipi

Kematian yang baqa

Akhir Desember ’08

tidak tiba-tiba

Posted in sumsum on Januari 2, 2009 by sahhala

tidak tiba-tiba saya ingin mengenalmu

ada hasrat yang mendekatkanku kepadamu

tidak tiba-tiba saya bertemu denganmu

ada sejarah yang mendorongku bertemu denganmu

tidak tiba-tiba saya selalu kirim salam kepadamu

ada harapan yang menyembul di tengah cemas

tidak tiba-tiba saya mengesemesmu

ada rasa yang ingin kubagi

tidak tiba-tiba ….

Paruh Desember 2008

Akal Pro Poor

Posted in sumsum on Desember 22, 2008 by sahhala

Akhir Nopember kemarin, Sdr. Ulil Abshor-Abdalla menulis artikel berkepala “Tentang Fatwa-fatwa yang Bikin Heboh”. Diposting di web pribadinya, di facebook, dan milist-milist. Artikel tersebut berisi, antara lain, pendapatnya tentang akal: akal sehat, akal otonom, masuk akal. Singkatnya, akal adalah segala-galanya.

Saya kutip tiga paragraf dari pernyataan ulil. Dia menulis dalam konteks fatwa-fatwa MUI:

Tidak semua orang kompeten untuk mengeluarkan sebuah fatwa. Tetapi setiap orang berhak menilai apakah sebuah fatwa masuk akal atau tidak, apalagi jika fatwa itu menyangkut kehidupan masyarakat banyak. Keadaanya tidak beda dengan produk hukum sekuler biasa: anda tak perlu menjadi sarjana hukum untuk menilai apakah suatu produk hukum tertentu masuk akal atau tidak. Begitu juga, anda tak perlu menjadi seorang ahli hukum Islam untuk menilai apakah sebuah fatwa yang dikeluarkan oleh ulama atau lembaga ulama tertentu masuk akal atau tidak.

Baca selebihnya »

30 Desember 2006

Posted in sumsum on Desember 6, 2008 by sahhala

di sebuah bulan yang dijejali hujan

tergesa-gesa, aku menempuh kota asing

tapi penduduk kota menyambutku dengan riang gembira

ucapan, nasehat, keragu-raguan, harapan, lagu dan doa,

berdesak-desakan menjejali telingaku yang sudah sesak dengan

batu lembut merah kecoklatan

aku sendiri heran, terbata-bata, masyghul, penuh tanya

; apa yang akan kukerjakan sebagai manusia yang

penuh harapan dan kemalasan, cinta dan nafsu,

kesantrian dan kemanusian, akal sehat dan emosi?

sungguh aku masih menunggu…

Kerasukan Dunia

Posted in sumsum on November 2, 2008 by sahhala

Semestinya saya tidur lebih cepat dalam perjalanan Kudus-Jakarta, Senin malam (27/10). Tapi ternyata tidak. Rasa kantuk dan lelah karena aktivitas siang hari tidak bisa membuat saya tidur cepat. Kursi yang nyaman dan pendingin udara yang segar juga tak dapat merayu saya untuk tetap tenang. Pasalnya bukan ada bayi yang menangis kencang atau ada transaksi tawar-menawar antara penumpang dan awak bis yang alot, atau kegaduhan lainnya yang lazim ada di kendaraan umum. Lalu kenapa?

Penyebabnya adalah adegan beberapa detik iklan sebuah partai politik di TV swasta. Iklan tersebut menampilkan seorang muda berkopyah sambil mengungkapkan sesuatu, saya tidak mendengar apa yang diungkapkan. Poster besar KH Hasyim Asy’ari dimunculkan sebagai latarnya. Belakangan saya melihat partai X tersebut juga menampilkan tokoh nasional lainnya, Soekarno dan KH. Ahmad Dahlan.

Baca selebihnya »

Yang Mendasar, Yang Dilanggar

Posted in sumsum on Oktober 24, 2008 by sahhala

Jumat Mabruk..

Apa kabarmu hari ini? Apa kabar semuanya?

Sepuluh tahun negeri ini berjalan dengan konflik. Bukan konflik positif yang mengarah kemaslahatan bersama. Juga bukan konflik sebagai pertanda dinamika hidup bersama dan berdampingan dengan “yang luar” dan “yang lain”. Konflik yang sedang berlangsung saat ini menumpahkan darah, memubadzirkan harta benda, membuang waktu, pikiran dan tenaga. Peristiwa busuk ini mengiringi saya belajar di MA (SMA), saya lepas MA dan masuk perguruan tinggi, saya belajar di perguruan tinggi, hingga saya lulus dan bekerja. Saya sungguh jenuh dan jengah menyaksikannya.

Dalam tingkatan yang lebih kecil, komunitas, saya juga sudah lelah menyaksikan konflik, konflik internal, apalagi sedikit banyak saya terlibat di dalamnya. Sebetulnya, persoalan yang menghinggapi komunitas persoalannya sederhana saja, tapi seringkali madorotnya besar. Karena madorotnya yang sering tampak tidak bisa dianggap kecil, saya seringkali berpikir persoalannya serius, tidak sederhana. Sehingga, kalau ada kawan yang usul untuk lebih meningkatkan kumpul-kumpul, meningkatkan kebersamaan, dengan misalnya tahlilan atau marhabanan, cukup naif. Soalnya bukan romantisme seperti itu.

Baca selebihnya »