Arsip untuk November, 2008

Perempuan, Agency (Fa’iliyah)

Posted in minat on November 26, 2008 by sahhala

“Sebab itu, benar juga kalau dikatakan bahwa pesantren adalah suatu subkultur dalam kehidupan masyarakat kita sebagai suatu bangsa. Ketahanannya membuat pesantren tidak mudah menerima sesuatu perubahan yang datang dari luar, karena pesantren memiliki suatu benteng tradisi tersendiri. Tradisi kerakyatan dalam mengabdi kepada Allah SWT, dan menyebar kebaikan di tengah-tengah masyarakat.” (KH Saifuddin Zuhri, Guruku Orang-orang dari Pesantren, hal. 72-73)

Tidak semua memang bisa tampil dalam situasi krisis, dimana perempuan harus tampil berdiri sendiri di baris paling depan. Karena itu berarti menanggung resiko terbesar dan terberat dibanding mereka yang berada di baris belakang. Tapi memang hanya mereka yang punya agency, yang punya inisiatif dan keberanian mengambil resiko, punya sikap tegas, dan keyakinan diri saja yang berani berdiri di avant garde. Merekalah yang bermental perintis dan pendobrak. Dan salah satu dari sekian perempuan itu di Tanah Air adalah (almarhumah) Ibu Solichah A Wahid Hasyim, ibunda Gus Dur.[2]

Baca selebihnya »

satu sudut dari ide rekonsiliasi

Posted in jalan on November 20, 2008 by sahhala
HIMBAUAN

No.104/B/PP LTN-NU/XI/2008

Rekonsiliasi Hendaklah Tetap Berpijak Pada Kebenaran dan Keadilan

Usaha rekonsiliasi nasional yang dilakukan bangsa ini untuk menciptakan masyarakat yang rukun, damai dan bersatu patut didukung oleh semua pihak. Tetapi proses rekonsiliasi dan rehabilitasi para tokoh yang hendak diusulkan menjadi Pahlawan Nasional tersebut hendaklah jangan dilakukan dengan cara menggelapkan atau memutarbalikkan kenyataan sejarah.

Rekonsiliasi dan rehabilitasi terutama yang berkaitan dengan para tokoh yang terlibat dalam pemberontakan Darul Islam (DI) dan juga pemberontakan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) dan Permesta dan termasuk pemberontakan G30-S serta peristiwa lainnya itu hendaklah dilakukan dengan sangat cermat. Ketidakcermatan dan manipulasi sejarah seperti itu akan menimbulkan kontroversi dan ketegangan politik, tetapi juga akan mencederai integritas dunia akademis.

Baca selebihnya »

Adyaksa Dault Mupeng!

Posted in harian, jalan on November 18, 2008 by sahhala

Kompas hari ini memuat berita tentang iklan Adyaksa Dault. Dia dilaporkan PP Pemuda Muhammadiyah karena iklannya dinilai menyalahgunakan fasilitas negara. Karena pelaporan tersebut, Adyaksa “menyatroni” Bawaslu dan membantah laporan PP Pemuda Muhammadiyah.

Salut buat PP Pemuda Muhammadiyah. Tapi tampaknya pelaporan itu tidak akan menuai hasil yang menggembiran. Setidaknya karena, pertama, Adyaksa sudah menunjukkan sikap ”koperatif”. Bawaslu belum memanggil, tapi dia sudah datang. Hebat kan? Politisi PKS memang selalu menampilkan ”eleganitas”. Alasan kedua, karena dia pandai ngeles, dan tampkanya memang UU No 10 tahun 2008 tentang Anggota DPR,DPD, DPRD termasuk UU karet: siapa yang bisa ngeles, dialah yang menang.

Baca selebihnya »

Nasihin Hasan: Isu ke-NU-an Terpinggirkan

Posted in harian on November 11, 2008 by sahhala
“Situasi sosial politik yang berlangsung selama sepuluh tahun terakhir ini berimbas sangat besar kepada pergerakan organisasi NU. Salah satu yang sangat terasa adalah kurang perhatian NU terhadap isu jam’iyyah, lebih khusus lagi isu pengkaderan di internal NU.”
Demikian dikatakan Ketua PP Lakpesdam NU, Nasihin Hasan, dalam acara Pembukaan Pendidikan dan Pengkaderan NU, yang diselenggarakan PP Lakpesdam NU, Ahad (8/11/08) di Jakarta. Dalam kesempatan itu, Nasihin Hasan mengingatkan pentingnya kaderisasi yang terencana, terukur, dan berkelanjutan.

surat JUMUAH

Posted in jalan on November 7, 2008 by sahhala

kepada sang inspirator ribuan anak muda, sang guru ribuan guru, abdurahmah, kembalilah mendidik kami. terserah dengan cara apa, dengan kebingungan pun aku mau. bila masih ada, humormu kutunggu..

kepada banyak teman, tolong, ruang perbedaan dan kreatifitas dibuka lagi… jamiyyah tak akan berlangsung tanpa ruang perbedaan. ruang yang kumaksud bukan keterbukaan seperti media sekarang ini. krn yg terjadi di media sebetulnya bukan keterbukaan yg memiliki konsep dan cita-cita. media kini menurutku “bolong-bolong”, bukan keterbukaan.

kepada para mahasiswa, marilah berjalan kembali di relnya. 10 tahun anda ke sana ke mari tidak jelas. yang kudengar, anda hanya marah-marah saja, keluh kesah di mana-mana, dukung ini dukung itu…. sudahlah, mari ke jalang yang benar. masa tidak cape-cape!

kepada para politisi dan pejabat negara, terserah, kamu boleh berbuat apa saja, apa saja. mau meniru perilaku anjing atau babi pun terserah saja. saya tidak punya urusan dengan kalin.

kepada orang yang masih percaya tuhan, bacaah lagi surat jumua’ah..

Fas’au ila dzikriLLah…

Kerasukan Dunia

Posted in sumsum on November 2, 2008 by sahhala

Semestinya saya tidur lebih cepat dalam perjalanan Kudus-Jakarta, Senin malam (27/10). Tapi ternyata tidak. Rasa kantuk dan lelah karena aktivitas siang hari tidak bisa membuat saya tidur cepat. Kursi yang nyaman dan pendingin udara yang segar juga tak dapat merayu saya untuk tetap tenang. Pasalnya bukan ada bayi yang menangis kencang atau ada transaksi tawar-menawar antara penumpang dan awak bis yang alot, atau kegaduhan lainnya yang lazim ada di kendaraan umum. Lalu kenapa?

Penyebabnya adalah adegan beberapa detik iklan sebuah partai politik di TV swasta. Iklan tersebut menampilkan seorang muda berkopyah sambil mengungkapkan sesuatu, saya tidak mendengar apa yang diungkapkan. Poster besar KH Hasyim Asy’ari dimunculkan sebagai latarnya. Belakangan saya melihat partai X tersebut juga menampilkan tokoh nasional lainnya, Soekarno dan KH. Ahmad Dahlan.

Baca selebihnya »