Jumat Mabruk..
Apa kabarmu hari ini? Apa kabar semuanya?
Sepuluh tahun negeri ini berjalan dengan konflik. Bukan konflik positif yang mengarah kemaslahatan bersama. Juga bukan konflik sebagai pertanda dinamika hidup bersama dan berdampingan dengan “yang luar” dan “yang lain”. Konflik yang sedang berlangsung saat ini menumpahkan darah, memubadzirkan harta benda, membuang waktu, pikiran dan tenaga. Peristiwa busuk ini mengiringi saya belajar di MA (SMA), saya lepas MA dan masuk perguruan tinggi, saya belajar di perguruan tinggi, hingga saya lulus dan bekerja. Saya sungguh jenuh dan jengah menyaksikannya.
Dalam tingkatan yang lebih kecil, komunitas, saya juga sudah lelah menyaksikan konflik, konflik internal, apalagi sedikit banyak saya terlibat di dalamnya. Sebetulnya, persoalan yang menghinggapi komunitas persoalannya sederhana saja, tapi seringkali madorotnya besar. Karena madorotnya yang sering tampak tidak bisa dianggap kecil, saya seringkali berpikir persoalannya serius, tidak sederhana. Sehingga, kalau ada kawan yang usul untuk lebih meningkatkan kumpul-kumpul, meningkatkan kebersamaan, dengan misalnya tahlilan atau marhabanan, cukup naif. Soalnya bukan romantisme seperti itu.
